Selamat datang di website Albarokah.org

Daftar Tulis artikel Update status

Fatwa Majelis Ulama Malaysia seputar (kesesatan) ESQ Leadership Training Ary Ginanjar Agustian

Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim

Berdasarkan hasil penelitian Majelis Ulama Malaysia maka dikeluarkanlah fatwa sebagai berikut:

FATWA BERKENAAN DENGAN KURSUS ESQ LEADERSHIP TRAINING DAN FAHAMAN YANG SEUMPAMA DENGANNYA

(a) ajaran, pegangan dan fahaman yang dibawa oleh ESQ Leadership Training anjuran Ary Ginanjar Agustian dan apa-apa ajaran yang seumpama dengannya adalah menyeleweng daripada ajaran Islam kerana mengandungi ajaran-ajaran yang boleh merosakkan akidah dan syariah Islam. Ciri-ciri penyelewengan
tersebut adalah seperti yang berikut:

(i) mendukung fahaman liberalisme iaitu memahami atau mentafsir nas-nas agama (al-Quran dan as-Sunnah) secara bebas, dan fahaman pluralismeagama iaitu fahaman yang mengajarkan semua agama adalah sama dan benar. Kedua-dua fahaman ini adalah sesat dan boleh membawa kepada kekufuran.

(ii) mendakwa bahawa para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian. Ini bercanggah dengan akidah Islam tentang Nabi dan Rasul. Menurut akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah, kenabian dan kerasulan adalah pilihan Allah s.w.t. semata-mata (aI-Isthifaiyyah), dan bukan sesuatu yang boleh diusahakan (aI-Kasbiyyah).

(iii) mencampuradukkan ajaran kerohanian bukan Islam dengan ajaran Islam, “SQ” adalah hasil penemuan seorang Yahudi, Danah Zohar, manakala “God Spot” adalah hasil kajian seorang Hindu VS Ramachandran. Kedua-dua penemuan ini disahkan dengan ayat al-Quran (Al-Hajj, ayat 46).

(iv) menekankan konsep “suara hati” atau “conscience” sebagai sumber rujukan utama dalam menentukan baik dan buruk sesuatu perbuatan. Konsep suara hati adalah ajaran paling suci dalam agama Kristian. The Oxford Dictionary of World Religion menyebut: “in the main forms of Christianity. conscience is the absolutely inviolable and sacrosanct centre of the person as human as responsible for her or his decisions”. Konsep suara hati juga merupakan ajaran agama Hindu seperti yang dijelaskan oleh Swami Vivekananda: “The Atnan is the Holy Ghost of the Biblical Trinity, and the purpose of all religions is to make men heard ‘the still small voice’ within them”. Menurut Imam Abu al-Abbas [Abul Abbas??? Ibnu Taimiyah ni maksudnya???-fandi], pendapat demikian adalah zindik dan kufur.

(v) menjadikan logik sebagai sumber rujukan utama. mi bertentangan dengan akidah Islam yang menetapkan bahawa al-Quran dan as-Sunnah sebagai sumber rujukan utama.

(vi) mengingkari mukjizat dan menganggapnya tidak dapat diterima oleh akal dan tidak sesuai dengan zaman sekarang yang serba logik. Mengingkari mukjizat adalah kufur dengan ijmak ulamak kerana ia bermakna mengingkari nas-nas al-Quran dan Hadis Mutawatir yang mensabitkan mukjizat bagi para Nabi a.s.

(vii) menggunakan Kod 19 rekaan Rasyad Khalifah untuk mentafsir al-Quran. Rasyad Khalifah mengaku dirinya sebagai rasul dan membawa agama baru yang dinamakan “submission”. Teori Kod 19 dianggap Iebih tinggi daripada al-Quran kerana mengikut teori mi, ayat-ayat al-Quran perlu dibuang atau ditambah bagi menyesuaikan dengan Kod 19.

(viii) menyamakan bacaan al-Fatihah sebanyak 17 kali sehari oleh orang Islam dengan amalan Bushido oleh orang Jepun yang berteraskan ajaran Buddha.

(ix) mendakwa bahawa kekuatan luar biasa seperti mukjizat boleh berlaku melalui rumus Zero Mind Process (ZMP). Dengan rumus ZMP mi, ESQ mengiaskan bahawa mukjizat Nabi Musa a.s. diselamatkan daripada Fir’aun boleh juga berlaku kepada orang lain seperti yang berlaku kepada juru terbang Kapten Abdul Razak. Kefahaman mukjizat seperti mi merupakan ajaran agama Hindu seperti yang diterangkan oleh Swami Vivekananda: “When Jesus healed, they called it a miracle”. What is a miracle? A supernatural even says the dictionary. “Applied Raja Yoga”, says the Yogi. “Just because you don’t understand it, you call it a miracle. We know what it’s about. it’s natural to us”.

(x) mentafsirkan makna kalimah syahadah dengan “triple one”. mi adalah tafsiran bidaah dan sesat. Dalam konteks akidah, “triple one” digunakan oleh Kristian untuk menghuraikan Konsep Trinity. Buku “Christianity For Dummies”, ketika menghuraikan konsep ml menyatakan: “The Trinity: How 1+1+1 Equals 1. Christianity says that God is Trinity — one God expressed in three beings. The term trinity means: “three-oneness”.

(b) mana-mana orang hendaklah menjauhi ajaran, pegangan dan fahaman sebagaimana yang dinyatakan dalam perenggan (a).

Bertarikh 10 Jun 2010
Dated 10 June 2010
DATUK Hj. WAN ZAHTDI BIN WAN TEH
Mufti Witayah-Wiiayah Persekutuani
Mufti for the Federal Territories

Tambahan: Training ini juga mengadakan majelis-majelis mereka dengan campur baur antara laki-laki dan wanita (ikhtilat) serta menarik biaya yang sangat mahal dari peserta.?

diambil dari http://www.zaenulhakiem.co.cc/2010/07/fatwa-majelis-ulama-malaysia-seputar_10.html

MENGGAGAS PARADIGMA PENDIDIKAN, PELAJAR BERBASIS SANTRI

By : Najmu Tsaqib Akhda (Santri Al Barokah)

Kemajuan suatu bangsa tercermin dalam pendidikan yang berlansung di dalamnya. proses pendidikan menjadikan instrumen yang sangat penting dalam menilik kemajuan bangsa. fungsi pendidikan sebagaimana tercantum dalam UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, serta bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar mwenjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis dan bertanggung jawab.

Pendidikan merupakan usaha dasar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif menngembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan sekarang ini dirasa lebih menekankan pada aspek penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi kurang memperhatikan segi budi pekerti. pada akhirnya banyak lulusan sekolah yang mempunyai prestasi belajar yang bagus akan tetapi mempunyai moral yang kurang baik di masyarakat. padatnya materi yang diberikan dan tingginya tuntutan prestasi belajar menyebabkan siswa berpikir sekolah hanya untuk mendapatkan nilai bagus dan lulus dengan hasil ujian yang bagus pula. sehingga kemandirian pelajar, dan ketrampilan yang dimiliki kurang berembang, ditambah lagi minimnya jiwa sosial yang dimiliki pelajar karena jarang berinteraksi dengan masyarakat.

Saat ini, banyak orangtua perkotaan menyekolahkan anak-anaknya ke pesantren karena pendidikan umum telah menjadi bagian standar dari penyesuaian pesantren terhadap modernitas. Pesantren dianggap juga sebagai lembaga pendidikan yang relatif aman bagi anak-anak mereka yang berusia remaja dari pengaruh-pengaruh negatif.  Orangtua menyadari bahwa mendidik anak usia remaja sangat sulit karena pada dasarnya usia tersebut anak biasanya berani “melawan” orangtuanya, dan anak sangat mudah terkena pengaruh orang lain. Oleh karena itu, lembaga pendidikan yang tepat adalah lembaga yang dapat melindungi anak-anak mereka dari pengaruhpengaruh negatif dan yang menawarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan agama.

Tujuan pendidikan di pesantren tidak semata-mata hanya untuk memperkaya pikiran murid dengan penjelasan-penjelasan, juga untuk meninggikan moral, melatih dan mempertinggi semangat, menghargai nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan, mengajarkan sikap dan tingkah laku yang jujur dan bermoral, dan menyiapkan para murid untuk hidup sederhana dan bersih hati. Setiap murid diajar untuk menerima etik agama di atas etik-etik yang lain. Tujuan pendidikan pesantren bukanlah untuk mengejar kepentingan kekuasaan, uang, dan keagungan duniawi, tetapi ditanamkan kepada mereka bahwa belajar adalah semata-mata kewajiban dan pengabdian kepada Tuhan.

Dalam konteks ini, pengembangan kreativitas santri sebagai pengamalan dari makna ayat al-Qur’an “fastabiqul khairat” (berlomba-lomba dalam kebaikan) sangat besar pengaruhnya pada peningkatan pendidikan. Para santri harus menyadari status dirinya sebagai khalifatullah, manusia termasuk para santri di dalamnya mempunyai dua tugas utama. Pertama, ibadatullah yaitu beribadah dalam arti luas termasuk ibadah yang bermanfaat bagi orang lain. Tugas santri yang Kedua, adalah ‘imaratul ardhi yang meliputi membangun, mengelola, dan memelihara bumi sebagai upaya untuk menunjang kelancaran ibadah (Zubaedi, 2007).

Keterbatasannya pesantren mampu menampilkan diri sebagai lembaga pembelajaran yang berlangsung terus-menerus hampir 24 jam sehari. Aktivitas dan interaksi pembelajaran berlangsung secara terpadu yang memadukan antara suasana keguruan dan kekeluargaan.  Kegiatan pendidikan yang berjalan di pesantren secara umum diarahkan untuk mempersiapkan santri mampu mendalami, menghayati, dan mengembangkan ajaran islam secara utuh dan dapat mengabdikannya untuk masyarakat. Ada dua karakter kepribadian yang ingin ditanamkan kepada santri. Pertama, sifat akram (lebih mulia) yakni pribadi yang memiliki ketaqwaan yang kuat kepada Allah. Kedua, salih yakni pribadi yang mampu menjalankan peran sebagai khalifatullah fil ardh.

Globalisasi menuntut sistem pendidikan harus mampu mengahasilkan output yang mempunyai keunggulan kompetitif, keunggulan komparatif, kreatif, inovatif, bermoral, serta jiwa-jiwa interprener yang sehat dan ulet. dalam hal ini tentunya pesantren harus mampu mengaplikasikan konsep  “ al-muhafazhah ‘ala al-qadim ash-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah” (memelihara nilai-nilai budaya klasik yang baik, dan mengambil nilai-nilai budaya baru yang dianggap lebih bermanfaat) secara tepat dan benar.

kedepan dibutuhkan elaborasi anatara sistem pendidikan modern dengan nilai-nilai yang ada di pesantren sehingga diharapkan peserta didik mampu mengembangkan dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, akhlak mulia, kecerdasan, serta ketrampilan yang diprlukan dirinya untuk masayarakat, bangsa, dan negara.

Wisata Religi (Ziarah) PP. Al Barokah

WISATA RELIGI(ZIARAH)

Pondok Pesantren Al Barokah

Bersama: KH. Rosim Al Fatih, Lc. (Pengasuh PP. Al Barokah)

TUJUAN:

  1. Makam Gusdur (KH. Abdurrahman Wahid), Jombang
  2. Makam Mbah Kyai Kholil, Bangkalan, Madura (via Jembatan Suramadu)
  3. Makam Sunan Ampel, Surabaya
  4. Makam sunan Maulana Malik Ibrahim, Gresik
  5. Makam Sunan Drajat, Lamongan
  6. Makam Sunan Bonang, Tuban

PELAKSANAAN:

24-25 Juli 2010

BERANGKAT:

Sabtu, 24 Juli 2010 jam 08.00 WIB dari PP. Al Barokah

BIAYA:

Rp. 210.000,-

Pendaftaran ditutup Selasa 20 Juli 2010

FASILITAS:

  • Transfortasi (Bus Pariwisata AC Seat 2-2)
  • Konsumsi (Makan 2x, Snack, Air Mineral)

PENDAFTARAN:

Pondok Pesantren Al Barokah
Jl. Gotong Royong, Blunyahrejo, TR II/1106
Karangwaru Lor, Yogyakarta.
Telp. (0274) 511 121

CONTACT PERSON:
Miftah: (0813 2573 2410)
Chalimi: (0856 4330 0899)

Nu pasca Muktamar Makassar

Harapan Nahdliyin Kepada Kyai Desa
(NU; Syahwat Politik dan Umat)

Oleh: Apendi *)

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 32 di Asrama Haji Sudiang , Makassar, Sulawesi Selatan telah usai. Saat yang mendebarkan dalam forum tertinggi bagi warga nahdliyin itu adalah pemilihan rois am dan ketua umum PBNU periode 2010-2015. Pasalnya, posisi pucuk pimpinan itu sangat strategis dalam membawa organisasi kemasyarakatan terbesar itu selama lima tahun mendatang. Praktis, tarik menarik kepentingan pun mewarnai; baik kepentingan pemerintah maupun parpol. Maklum, NU memiliki basis massa yang besar. Sampai-sampai Presiden SBY dalam sambutan di Muktamar mengingatkan agar NU kembali khittah-nya.
Setelah melalui pertarungan yang cukup sengit, akhirnya KH Sahal Mahfudz terpilih sebagai Rois Am dan KH Said Aqil Siradj (Kang Said) menjadi Ketua Umum PBNU.
Pertanyaannya, akan ke manakah arah NU lima tahun ke depan di bawah duet KH Sahal Mahfudz-KH Said Aqil Siradj. Pertanyaan ini menurut saya sangat penting. Karena ketika NU di bawah komando KH Hasyim Muzadi gesekan politik praktis sangat kentara.
Praktis, NU pun terseret ke wilayah politik. Setidaknya ini bisa dibaca dari majunya KH Hasyim Muzadi sebagai wakil presiden mendampingi Megawati Soekarno Putri dalam pemilihan presiden 2004 lalu.
Saat pemilihan presiden 2009, KH Hasyim Muzadi pun menjadi tokoh iklan untuk kampanye JK-WIN. Orientasi politik yang dilakukan elit NU dianggap melanggar khittah (NU online). Kondisi ini bertolak belakang ketika alm KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memimpin NU.
Saat kepemimpin Gus Dur, NU sangat menjaga jarak dengan kekuasaan (politik). Di era Gus Dur juga, NU menjadi organisasi yang diperhitungkan baik dalam konteks nasional maupun internasional. Sikap kritis Gus Dur serta gagasan-gagasannya yang brilian dan terkadang nyleneh dalam hal keagamaan dan kebangsaan menjadi nilai jual NU.
Kembali ke pertanyaan di atas. KH Sahal Mahfudz dan KH Said Agil Siradj duet kepemimpinan yang ideal. KH Sahal oleh warga NU dianggap sebagai kyai sepuh kharismatik. Sedangkan Kang Said memiliki keilimuan yang tinggi. Jika melihat latar belakang pendidikannya, Kang Said termasuk tokoh moderat yang tidak alergi dengan pemikiran liberal.
Menurutnya, kalau mempersoalkan liberalisme pemikiran keagamaan Islam berarti merupakan bukti bahwa tidak mengetahui/memahami sejarah pemikiran Islam. Liberalisme itu sudah terjadi sejak zaman khulafaurrasyidin; Abu Bakar, Umar, Utsaman, Ali dan para ulama tabiin. (hidayatullah.com). Pemikiran yang moderat dan inklusif itu tidak lepas dari pendidikan yang diraihnya. Kang Said menematkan S1 di Universitas King Abdul Aziz, Jurusan Ushuluddin dan Dakwah. S2 di Universitas Ummu al-Qura, jurusan Perbandingan Agama dan S3 Universitas Ummu al-Qura, jurusan Aqidah/Filsafat Islam. Kemudian, pendidikan pesantren membuatnya lebih terbuka (inklusif) kepada semua kalangan.
Soal NU, dalam setiap kesempatan Kang Said selalu mengatakan ketua umum PBNU harus bersih dari politik, agar NU secara institusi tidak terseret-seret ke dalam politik praktis dan pragmatisme. NU harus bisa menjadi harapan dan pencerahan bagi umat dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
Soal PKB, Kang Said pun cukup tegas. Dalam pandangannya, tidak pernah PBNU secara resmi membidani kelahiran PKB. PBNU hanya menunjuk lima anggotanya, yang disebut tim lima, untuk mempersiapkan kelahiran PKB. Jadi, tidak dapat dikatakan PKB sebagai partainya PBNU. Kang Said juga sependapat jika pengurus PBNU yang akan menjadi calon presiden, wakil presiden atau gubernur harus mundur dari jabatan di PBNU sehingga umat tidak terpecah-pecah. (inilah.com)
NU dikenal sebagai organisasi keagamaan dan sosial-masyarakat yang mempunyai visi kebangsaan serta toleransi yang relatif konsisten. Jika ada kelompok-kelompok yang mencoba mengganggu harmoni bangsa ini dan ditengarai bisa meretakkan perahu kebhinekaan, NU akan berada di garda terdepan untuk membela bangsa ini dari ancaman untuk keutuhan dan kedaulatan bangsa ini. KH Ahmad Shidiq merumuskan visi tersebut dalam tiga lingkaran toleransi. Yakni, toleransi intra-agama (al-ukhuwwah al-islamiyyah), toleransi kebangsaan (al-ukhuwwah al-wathaniyyah), dan toleransi kemanusiaan (al-ukhuwwah al-basyariyyah). Persoalan agar NU kembali khittah 1926 kuncinya ada pada elit NU termasuk ketua umum PBNU. Harapan baru itu kini ada di pundak Kang Said, Kyai asal Desa Kempek, Kab Cirebon. Semoga. (*)

*) Warga NU Kultural tinggal di Desa Lungbenda, Kec Palimanan, Kab Cirebon